Posts

Dua Orang yang Berbeda : Datang Juga

Beberapa hari selanjutnya saya menyapamu lewat pesan. Saya bilang "Follback kak" saya berusaha untuk sopan. Tapi tak kunjung ada jawaban. Dibaca pun tidak, berarti kamu ngga ada di sana kan? Dua minggu kemudian kamu balas pesan saya. Akhirnya kamu datang jua.. Ahhh bikin saya senang saja. Padahal waktu kamu membalas kita ada diacara yang sama. Tapi saya tahu kamu ngga akan ingat, ya... Tetap saja saya mencoba mengingatkanmu, ternyata... Benar saja. Katamu hanya ingat nama saya. Ah yasudah lah.

Dua Orang yang Berbeda : We Met

Kali itu untuk pertama kalinya saya seperti menonton konser bersama seorang lelaki. Tidak tahu, melihatnya seperti ada yang berbeda dihati. Malam itu saya beranikan saja untuk basa basi. Berhubung ada kesempatan ini. Daripada tidak sama sekali. Dan saya takut saya akan menyesali. Jadi, saya mulai menyapa kamu yang sudah di samping saya sedari tadi. Tapi sayang sekali. Awalnya saya pikir kamu akan ingat saya sehabis ini. Padahal jelas-jelas malam itu kamu membalas dengan ramah sekali. Ahhhh memang belum waktunya berkenalan denganmu kali... Tapi tak apa, tak ada yang percuma apalagi untuk hal ini. Pasti saya akan mengajakmu berkenalan lain kali.

Serupa Tapi Tak Sama

Penyuka diam bukan berarti anti sosial.  Penyuka diam bukan berarti tak memiliki teman.  Penyuka diam bukan yang melulu merasa kesepian. Lantas kalau kamu sama sepertiku.  Mengapa kamu lebih memilih 2PM dibanding 2AM ?  Kalau ditanya "Apakah kamu sedang mencoba mengerti?" Ya, aku mencobanya.   Kalau kamu bilang kamu akan berjuang ...  Baiklah, akan ku tunggu.  Tetapi kalau kamu hanya membutuhkanku saat kau butuh.  Apakah perlu ku tanya lagi maumu apa?

6.22 PM - Senja #2

Image
 “Hal apa yang kamu sukai?”  - Jam dinding bertanya.  “Banyak sekali.” jawab si gadis kecil sambil bermain game di ponselnya. “Sebutkanlah aku ingin tahu itu.”  “Kenapa kau ingin mengetahuinya?” tanya gadis itu. “Sebab kau tidak pernah pindah dari ruangan ini.”  jawab si jam dinding.  “Apa kau bosan melihatku?”  “Tidak!! Tidak sama sekali.”  jawab si jam dinding  “... Aku menyukai keberadaanmu. Aku senang kau selalu menatapku saat kau bangun tidur atau ... saat kau sedang terburu-buru. Berkatmu aku tidak merasa terabaikan.” –jawabnya lagi. Si gadis kecil terdiam kemudian ia menaruh ponselnya. “Kau ingin tahu mengapa aku tidak pernah beranjak dari ruangan ini?”  tanya si gadis kecil sambil melihat keluar jendela. “Iya.”  “Aku menyukainya. langit itu ... Aku menyukai langit itu dari sebelah sini. Apa kau melihatnya juga?”  “Iya. Aku melihatnya.” jawab si jam dinding sambil menatap langit. “Lalu ... Aku pun menyukai dinding kamarku...

Serigala di dalam Kamarku / Wolves in My Room #1

Image
Hiduplah seorang anak perempuan yang takut kegelapan. Ia selalu menghabiskan harinya di dalam kamar. Kamar adalah tempat yang paling aman .. Itulah yang selalu ia pikirkan. Menurutnya tidak ada yang lebih indah selain kamar dan senja yang ia lihat dari jendela kamarnya. Benar. Ia menyukai senja. Bersyukur sekali Tuhan menciptakan langit seindah itu. Sayangnya, mungkin tidak banyak yang menyadari itu. Sejak kecil ia selalu menganggap rumah adalah lingkaran dimana ia bisa melakukan apapun, itulah sebabnya sampai saat ini ia sangat mencintai lingkaran (family/home) itu. Berharap tidak ada yang bisa merubahnya, berharap yang ia lihat takkan pernah hilang.   Meskipun ada masa dimana ia harus keluar dari lingkarannya. Mencoba di lingkaran baru .. sampai waktu dimana ia harus mencari lingkaran kedua untuk menetap. Suatu hari ketika hendak tidur ia mematikan lampu kamarnya. Ia pun terlelap. TETAPI ... Tiba-tiba keluar seekor serigala yang mengejar dan berusaha memakannya ...

Aku Sudah Tahu

Jangan malu. Kalau kamu memang tidak suka diajak berkenalan.. Jangan ragu untuk melihat kesini. Karena sebentar lagi aku tidak akan tersenyum malu memandangmu. Jangan canggung saat mengetahui keberadaanku. Kalau mau menyapa. Silahkan. Aku berkenan. Jangan mengintip saja. Jangan sampai menyesal. Aku tidak tanggung jawab. Pergilah ke kantin setap hari. Sebab aku sulit mencarimu. Kalau tidak percaya, tunggu saja di depan kelas esok. Atau, pergilah ke ruang OSIS setiap hari.

Be here

Image
Jika kamu ingin pergi, pergilah. Tapi ingat, kamu harus kembali. Jika kamu ingin tinggal, menetaplah. Jika ada sesuatu, katakanlah. Kalau aku menyakitimu, ungkapkan padaku. Kalau kamu diam. Aku jadi bingung. Dia juga diam. Lalu tidak ada yang menyapa duluan. Ketika menyapa, diabaikan. Tolong berikan respon. But not fake. Just you ; real you. Kalau kau ingin selalu bersama. Kita juga berpendapat seperti itu. Kamu ingin tetap tinggal. Aku juga, dia juga. Kita bisa selalu bersama. Tapi saat bersama, tolong tunjukkan diri kalian yang asli. Ceritakanlah kegiatan masing-masing. Ceritakanlah apa kesukaanmu. Biarkanlah semua berjalan sesuai alur. Jangan menghilang. Cukup katakan.