Posts

Aku Sudah Tahu

Jangan malu. Kalau kamu memang tidak suka diajak berkenalan.. Jangan ragu untuk melihat kesini. Karena sebentar lagi aku tidak akan tersenyum malu memandangmu. Jangan canggung saat mengetahui keberadaanku. Kalau mau menyapa. Silahkan. Aku berkenan. Jangan mengintip saja. Jangan sampai menyesal. Aku tidak tanggung jawab. Pergilah ke kantin setap hari. Sebab aku sulit mencarimu. Kalau tidak percaya, tunggu saja di depan kelas esok. Atau, pergilah ke ruang OSIS setiap hari.

Be here

Image
Jika kamu ingin pergi, pergilah. Tapi ingat, kamu harus kembali. Jika kamu ingin tinggal, menetaplah. Jika ada sesuatu, katakanlah. Kalau aku menyakitimu, ungkapkan padaku. Kalau kamu diam. Aku jadi bingung. Dia juga diam. Lalu tidak ada yang menyapa duluan. Ketika menyapa, diabaikan. Tolong berikan respon. But not fake. Just you ; real you. Kalau kau ingin selalu bersama. Kita juga berpendapat seperti itu. Kamu ingin tetap tinggal. Aku juga, dia juga. Kita bisa selalu bersama. Tapi saat bersama, tolong tunjukkan diri kalian yang asli. Ceritakanlah kegiatan masing-masing. Ceritakanlah apa kesukaanmu. Biarkanlah semua berjalan sesuai alur. Jangan menghilang. Cukup katakan.

Can We?

Image
Kalau saja aku punya sayap, aku akan terbang, pergi jauh ke tempat yang akan aku tuju. Meninggalkan kamarku, tempat dimana aku selalu menghabiskan sisa hari ku setelah pulang sekolah. Aku pendiam, aku nyaman saat sendirian tapi aku tidak menyukai kesepian. Kalau saja aku punya sayap, dan aku sanggup untuk terbang, aku memilih untuk mengelilingi dunia, baru kemudian aku menemuimu. But, can i? Kalau saja aku berani, aku ingin meminta untuk melihat wajahmu. Lalu kita berkenalan secara langsung, kemudian aku akan bertanya hal yang sama seperti waktu dulu, “Would you like to be my friend?” Sampai kapanpun seorang teman tetaplah menjadi teman meskipun tidak selalu membicarakan tentang suatu hal bersama. But, can you? Kalau saja kita bertemu suatu hari, apakah kau akan memanggilku? Atau pergi begitu saja dengan rasa ingin tahumu. Bisakah kamu tidak selalu menganggapku sebagai orang asing hanya karena kita tidak mempunyai waktu untuk mengetahui kabar satu sama lain. Pernahkah kau mem...

Ohayō

Image
Pagi ini matahari sudah bangun lebih awal. Tidak seperti biasanya.    6.20 AM aku berangkat sekolah.  Berjalan di trotoar dengan matahari yang menyorot langsung ke wajahku. Dengan kemeja, rok dan kerudung yang berwarna putih. Mungkin aku hampir tidak terlihat karena sinar matahari yang terlalu menyilaukan. Tapi aku bukan malaikat. Aku manusia. Yang terlalu berisik dan banyak berbicara tentang sesuatu ... But I lied haha. Just kidding. Actually, i was too noisy and many speak like others. But, my mood often change. おはよう someone somewhere

Kota Tua

Image
Jakarta, Kota Tua This morning.  7.15 am I was at the Transjakarta bus station.  Late 15 minutes from the time promised. But, it seems I'm the first to come. I am waiting..   8:00 am  I'm getting bored..  Waiting alone at the station is the annoying thing.   2 minutes later they came. Finally. The purpose of our trip this morning, the Kota Tua

A K U

Image
Aku berada di tengah jalan. Terkadang melihat sekitar bahkan juga tidak. Ada yang memberikan genggamannya ada pula yang mengabaikan dengan kasar. Ada yang berkata selamat tinggal dengan senyuman dan datang kembali dengan ramah. Ada yang menatapku diam-diam ada pula yang melihatku dari jauh. Ada yang menasihati dengan maksud tertentu ada pula yang memaki sampai aku sakit hati. Ada yang memberi semangat tanpa berkata-kata ada juga yang berpura-pura. Ada yang mendekatiku tanpa tahu apa yang ingin ia bicarakan. Ada yang baru aku sadari karena baru saja mencoba melihat sekitar

Together With Someone that's Better

Image
Di kelas. Ini istirahat kedua, aku sudah menduga siang ini akan terasa membosankan. Oleh sebab itu aku membawa buku dari rumah. Sejenak aku melihat sekeliling dan aku mendapatkan Rosa sedang membaca buku pelajaran, tempat duduknya baris ketiga dari tempatku. Aku menghampirinya lalu duduk tepat di depannya. Dia menyunggingkan senyum, aku juga. Buku yang akhir akhir ini menemaniku bercerita tentang Eric Weiner yang berkeliling dunia mencari negara paling membahagiakan. Aku yakin, Ia adalah seorang pria yang memiliki banyak waktu dalam hidupnya. Dan menuliskan dalam bukunya yang berjudul  The Geography of Bliss . Nah, buku yang keren. Kebahagian terletak diseluruh dunia termasuk Belanda, Swiss, Bhutan, Qatar, Islandia, Moldova, Thailand, Britania Raya, Amerika, bahkan kebahagian yang merupakan sebuah kontradiksi hanya ada di India Bahwa dengan pergi ke India, berarti kita kembali ke rumah lama , penuh kenangan . — Max Mueller (cendekiawan abad kesembilan belas) Ke...